Home Di Media Ahmad Heryawan di Media TAHUN 2010, TAHUN INFRASTRUKTUR JABAR 92 PERSEN MANTAP
TAHUN 2010, TAHUN INFRASTRUKTUR JABAR 92 PERSEN MANTAP PDF Print E-mail
Monday, 08 March 2010 12:50
  Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan didampingi Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda saat meninjau jembatan yang siap diresmikan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan tahun 2010 merupakan “Tahun Infrastruktur”. Hal itu dinyatakannya sebagai wujud tekad dan keseriusan  Pemprov Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, baik itu jalan dan jembatan serta sarana penunjang lainnya. Dengan dukungan alokasi anggaran lebih dari Rp 1 triliun, tentunya pada akhir tahun 2010, kondisi infrastruktur mencapai tahap 92 persen dalam kondisi “mantap”. Tentunya komitmen itu terus ditingkatkan hingga diharapkan prediksi pada akhir tahun 2013 dapat mencapai kondisi keseluruhan  “mantap”.

“Fokus perbaikan infrastruktur dari tahun ke tahun terus meningkat, pada tahun 2008 hanya Rp 200 miliar, tahun 2009 meningkat menjadi Rp 500 miliar dan tahun 2010 ini menjadi Rp 1 triliun lebih. Dari kondisi 89 persen mantap di tahun 2009 akan diupayakan meningkat menjadi 92 persen mantap di tahun 2010. Perbaikan infrastruktur akan mendukung kelancaran kegiatan perekonomian dan membuka isolasi di semua wilayah. Kondisi itu diharapakan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian dan berdampak pada kesejahteraan warga,” tegas Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Minggu (7/3).

Lebih lanjut Heryawan menyatakan, kondisi infrastruktur  yang “mantap” mempunyai peranan penting dalam mewujudkan pencapaian kesejahteraan, perkembangan wilayah dan interaksi yang berkelanjutan antar daerah secara seimbang. “ Hal itu tentunya berdampak pada meningkatnya kegiatan perekonomian, arus barang-jasa dan orang. Sudah bisa dipastikan mampu mendorong pencapaian tingkat kesejahteraan yang semakin membaik. Sekaligus membuka isolasi dan meningkatkan akses ke semua wilayah di Jawa Barat,” tegas Heryawan.

NO.

KONDISI

AKHIR TAHUN 2009

AKHIR TAHUN 2010

Panjang Jalan (Km)

%

Panjang Jalan (Km)

%

1

Baik

343,39

15,61

608,00

27,65

2

Sedang

1.624,80

73,88

1.415,50

64,35

 

Mantap

1.968,19

89,50

2.023,50

92,00

3

Rusak Ringan

208,58

9,48

175,68

8,00

4

Rusak Berat

22,41

1,02

0

0

 

Tidak Mantap

230,99

10,50

175,68

8,00

Jumlah

2.199,18

100,00

2.199,18

100,00

Kondisi saat ini, menurut Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Guntoro, terdapat disparitas infrastruktur. Dimana Jawa Barat bagian selatan masih banyak tempat yang terisolasi, sehingga membutuhkan waktu lama untuk menjangkaunya. Kondisi berbeda di kawasan Jawa Barat  bagian tengah dan bagian utara, akses dari satu tempat ke tempat lain cukup mudah. Secara umum, kondisi jaringan jalan di Jawa Barat bagian utara dan tengah relatif baik, terutama untuk sistem horizontal.

Sedangkan di Jawa Barat Bagian Selatan, baik sistem jaringan lintas vertikal maupun horizontal, keduanya masih belum baik, termasuk koridor Pelabuhanratu – Sagaranten – Sindangbarang – Pameungpeuk – Cipatujah -  Pangandaran – Kalapagenep. Panjang jalan di wilayah ini relatif pendek dengan indeks aksesibilitas terkecil bila dibandingkan dengan Jawa Barat bagian tengah dan Jawa Barat bagian utara.

Untuk itu, pada tahun 2010 ini, sejumlah program  terobosan akan dilakukan Bina Marga, yakni  diantaranya peningkatan jalan di kawasan Selatan Jawa Barat, yakni meliputi; Sindang Barang – Agrabinta – Tegalbuleud (sepanjang 18,00 km dengan anggaran Rp. 54.565.704.000). Ruas jalan Cimari – Cikelet (Sepanjang 3,00 Km dengan anggaran Rp. 7.127.556.000) dan ruas Cipatujah – Cikaengan (sepanjang 5,00 km dengan anggaran Rp. 10.177.620.000). Dan peningkatan Jalan Cukul – Cisewu – Sukarame – Rancabuaya sepanjang 5,00 km dengan anggaran Rp. 36.162.284.000)

Selain itu, lanjut Guntoro, Bina Marga juga akan melakukan peningkatan Jalan Provinsi Menuju Kawasan Industri Cileungsi – Cibeet (peningkatan jalan sepanjang 2,5 km dan Rehabilitasi jalan 8,2 km dengan tanggaran Rp.   21.290.946.000. Bekasi - Narogong sepanjang 1,5 km dengan anggaran Rp. 5.605.744.500. Cikarang – Cibarusah sepanjang 6 km dengan anggaran Rp. 25.062.054.000). Jalan terusan Buah Batu (Bandung) – Bojong Soang – Sp. Munjul, peningkatan jalan 1 km sebesar Rp. 6.979.320.000).

Selain itu, untuk ruas Purwakarta – Curug (perbatasan. Karawang)  berupa peningkatan jalan  4 km dengan anggaran Rp. 8.822.776.000. Kosambi – Curug (perbatasan. Purwakarta) peningkatan jalan 5 km dengan anggaran Rp. 15.157.140.000). Bandung (Dayeuhkolot) – Banjaran, rehabilitasi jalan 2 km dengan anggaran Rp. 2.627.600.000. Jalan Raya Laswi (Ciparay), rehabilitasi jalan 1,5 km dengan anggaran Rp. 2.225.643.000. Nanjung – Patrol, rehabilitasi jalan  1,50 km dengan anggaran Rp. 1.843.228.500.

Pembangunan infrastruktur dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Tujuannya agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah serta mendukung tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur meliputi infrastruktur transportasi, sumber daya air dan irigasi, energi, telekomunikasi dan sarana dan prasarana pemukiman. “Semua diarahkan guna memenuhi kebutuhan infrastuktur dalam rangka mendukung peningkatan aktivitas perekonomian, sosial, dan budaya dengan memperhatikan keserasian pembangunan antardaerah dan wilayah serta daya dukung lingkungan,” tegas Guntoro.