Info Terakhir
- LAPORAN DARI KORSEL
- MOBIL DINAS DEWAN SEDOT Rp 8 M
- WUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI GREEN PROVINCE
- UNTUK GENJOT PRESTASI OLAHRAGA, GUBERNUR KUNJUNGI KORSEL
- Dinas, Badan dan Biro Jabar
- NAMA BUPATI dan WALIKOTA BESERTA WAKILNYA
- KEPALA DAERAH HARUS BANGUN SINERGI UNTUK WUJUDKAN KESEJAHTERAAN
- HERYAWAN: DESA CIBATU TIGA DESTINASI WISATA BARU DI JAWA BARAT
- 15 PADEPOKAN SENI DIRESMIKAN GUBERNUR JAWA BARAT
- DARMIN, "PEREKONOMIAN NASIONAL MULAI MEMBAIK"
Pengunjung
We have 146 guests onlineJajak Pendapat
| TAHUN 2010, TAHUN INFRASTRUKTUR JABAR 92 PERSEN MANTAP |
|
|
|
| Monday, 08 March 2010 12:50 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan tahun 2010 merupakan “Tahun Infrastruktur”. Hal itu dinyatakannya sebagai wujud tekad dan keseriusan Pemprov Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, baik itu jalan dan jembatan serta sarana penunjang lainnya. Dengan dukungan alokasi anggaran lebih dari Rp 1 triliun, tentunya pada akhir tahun 2010, kondisi infrastruktur mencapai tahap 92 persen dalam kondisi “mantap”. Tentunya komitmen itu terus ditingkatkan hingga diharapkan prediksi pada akhir tahun 2013 dapat mencapai kondisi keseluruhan “mantap”.
Kondisi saat ini, menurut Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Guntoro, terdapat disparitas infrastruktur. Dimana Jawa Barat bagian selatan masih banyak tempat yang terisolasi, sehingga membutuhkan waktu lama untuk menjangkaunya. Kondisi berbeda di kawasan Jawa Barat bagian tengah dan bagian utara, akses dari satu tempat ke tempat lain cukup mudah. Secara umum, kondisi jaringan jalan di Jawa Barat bagian utara dan tengah relatif baik, terutama untuk sistem horizontal. Sedangkan di Jawa Barat Bagian Selatan, baik sistem jaringan lintas vertikal maupun horizontal, keduanya masih belum baik, termasuk koridor Pelabuhanratu – Sagaranten – Sindangbarang – Pameungpeuk – Cipatujah - Pangandaran – Kalapagenep. Panjang jalan di wilayah ini relatif pendek dengan indeks aksesibilitas terkecil bila dibandingkan dengan Jawa Barat bagian tengah dan Jawa Barat bagian utara. Untuk itu, pada tahun 2010 ini, sejumlah program terobosan akan dilakukan Bina Marga, yakni diantaranya peningkatan jalan di kawasan Selatan Jawa Barat, yakni meliputi; Sindang Barang – Agrabinta – Tegalbuleud (sepanjang 18,00 km dengan anggaran Rp. 54.565.704.000). Ruas jalan Cimari – Cikelet (Sepanjang 3,00 Km dengan anggaran Rp. 7.127.556.000) dan ruas Cipatujah – Cikaengan (sepanjang 5,00 km dengan anggaran Rp. 10.177.620.000). Dan peningkatan Jalan Cukul – Cisewu – Sukarame – Rancabuaya sepanjang 5,00 km dengan anggaran Rp. 36.162.284.000) Selain itu, lanjut Guntoro, Bina Marga juga akan melakukan peningkatan Jalan Provinsi Menuju Kawasan Industri Cileungsi – Cibeet (peningkatan jalan sepanjang 2,5 km dan Rehabilitasi jalan 8,2 km dengan tanggaran Rp. 21.290.946.000. Bekasi - Narogong sepanjang 1,5 km dengan anggaran Rp. 5.605.744.500. Cikarang – Cibarusah sepanjang 6 km dengan anggaran Rp. 25.062.054.000). Jalan terusan Buah Batu (Bandung) – Bojong Soang – Sp. Munjul, peningkatan jalan 1 km sebesar Rp. 6.979.320.000). Selain itu, untuk ruas Purwakarta – Curug (perbatasan. Karawang) berupa peningkatan jalan 4 km dengan anggaran Rp. 8.822.776.000. Kosambi – Curug (perbatasan. Purwakarta) peningkatan jalan 5 km dengan anggaran Rp. 15.157.140.000). Bandung (Dayeuhkolot) – Banjaran, rehabilitasi jalan 2 km dengan anggaran Rp. 2.627.600.000. Jalan Raya Laswi (Ciparay), rehabilitasi jalan 1,5 km dengan anggaran Rp. 2.225.643.000. Nanjung – Patrol, rehabilitasi jalan 1,50 km dengan anggaran Rp. 1.843.228.500. Pembangunan infrastruktur dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah. Tujuannya agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah serta mendukung tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur meliputi infrastruktur transportasi, sumber daya air dan irigasi, energi, telekomunikasi dan sarana dan prasarana pemukiman. “Semua diarahkan guna memenuhi kebutuhan infrastuktur dalam rangka mendukung peningkatan aktivitas perekonomian, sosial, dan budaya dengan memperhatikan keserasian pembangunan antardaerah dan wilayah serta daya dukung lingkungan,” tegas Guntoro. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Slide
No imagesPopular
- IDEOLOGI PANCASILA
- BIODATA ANGGOTA KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)
- SAJAK "BODOR" WABUP LESTARIKAN BAHASA SUNDA
- KEBUDAYAAN DALAM ERA GLOBALISASI
- IDEOLOGI POLITIK DI INDONESIA
- PEREKONOMIAN INDONESIA 2010
- 488 TENAGA HONORER DIANGKAT JADI PNS 2009
- PENANGGULANGAN BANJIR
- TRAGEDI DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
- PELUANG USAHA DARI PEMBAYARAN LISTRIK
- MENEGAKKAN DISIPLIN DI SEKOLAH
- PROFESIONALISME GURU DI TAHUN 2009
- SISTEM EKONOMI KERAKYATAN VS NEOLIBERALISME
- SERTIFIKASI PROFESI BAGI PENGAWAS SEKOLAH
- 9.566 GURU DI JAWA BARAT LULUS SERTIFIKASI 2008


