Home Profil
H. AHMAD HERYAWAN Lc., PDF Print E-mail
Thursday, 24 June 2010 00:00

Alamat                       : Jalan Oto Iskandar Dinata No. 1 Bandung
Tempat tanggal lahir    : Sukabumi , 19 Juni 1966
Jabatan                      : Gubernur Jawa Barat
Status marital              : menikah dengan 1 istri dan dikaruniai 6 orang anak
Nama istri                    : Netty Prasetiyani, SS, M.Si
Anak                          : Khobab    
                                   Salman        
                                   Khodijah    
                                   Abdulhalim        
                                   Shofia    
                                   Abdulhadi   

 

Riwayat Pendidikan

 * SDN Selaawi 1  Lulus Tahun 1980
 * SMPN Sukaraja  Lulus Tahun 1983
 * SMAN 3 Sukabumi 
 Lulus Tahun 1986
 * LIPIA Fakultas Syariah (S1) Lulus Tahun 1992


Read more...
 
KISAH NETTY PRASETIYANI MENDAMPINGI AHMAD HERYAWAN PDF Print E-mail
Tuesday, 30 March 2010 06:25
Jadi saya yakin betul, ketika seseorang berpegang teguh pada nilai kebenaran, itu tidak akan dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain.”
Netty Prasetyani Istri Gubernur Jabar

Perjalanan hidup setiap orang pasti akan menemui tantangan, namun bila dihadapi dengan dasar keyakinan atas kebenaran yang kuat, segalanya akan berbuah kebahagiaan. Segala hambatan, hingga keprihatinan yang harus dijalani, menjadi seperti air yang mengalir. Sempat berkelok-kelok, tapi akhirnya sampai juga di muara sungai dengan hamparan laut yang luas.

Hal itu juga dialami Netty Prasetiyani, sebelum mendampingi suaminya, Ahmad Heryawan, menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Menurut Netty, jabatan orang nomor satu di Jawa Barat itu selayaknya lautan lepas, bahtera dan anginnya akan terasa lebih kencang dibandingkan ketika berada pada titian aliran sungai.

Read more...
 
AHMAD HERYAWAN, CAGUB TERMUDA PDF Print E-mail
Wednesday, 01 July 2009 21:33

Tak enak rasanya tidak menuliskan kedatangan calon gubernur Jabar yang diusung PKS dan PAN. Soalnya, saat Agum Gumelar dan Nu'man A Hakim, cagub-cawagub yang diusung 7 partai, datang ke kantor pun, saya menuliskannya. Biar berimbang dan tidak disebut partisan (he he), saya tuliskan juga kedatangan Ahmad Heryawan dan tim suksesnya ke kantor Tribun, dua minggu yang lalu.

Usianya baru 41 tahun, mungkin mau menginjak angka 42. Dibanding calon yang lain, jelas dia paling muda. Tapi keinginannya besar, dan pergaulannya luas. Sebelum mencalonkan diri jadi Cagub Jabar, Ahmad Heryawan adalah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Ia juga adalah Ketua Umum Persatuan Ulama Islam (PUI) Pusat. Dan tentu
aktivitis PKS tulen.

Read more...
 
SANG PEMIMPIN BELANJA SAYUR PDF Print E-mail
Wednesday, 24 December 2008 17:31

 

Pagi-pagi ba’da shubuh dan bebenah, seperti biasa acara rutin sebagian ibu-ibu adalah belanja. Demikian pula aku. Udara masih dingin kala itu. Kuturuni tangga kontrakanku. Kujumpai sebagian ibu-ibu berjalan menuju titik yang sama, tempat belanja! Tanah kapling di bawah kontrakanku masih banyak yang belum dibangun. Aku berjalan tepat di samping rumah ustadz Hidayat Nurwahid, Presiden Partai Keadilan. Di Belakang rumah beliau, rumput masih banyak tumbuh dan tanah sedikit berair menyisakan tanda-tanda rawa yang masih belum sepenuhnya teruruk. Aku terus berjalan. Naik beberapa tangga, melalui pintu gerbang SDIT Iqro’ Pondok Gede yang sudah terkuak. Rumah ustadz Rahmad Abdullah yang asri dan sederhana kulewati. Rumah yang tiap dua hari sepekan kusambangi sebab disitulah aku belajar tahsin pada istri beliau. Aku terus berjalan melalui beberapa rumah para aktivis da’wah hingga akhirnya sampailah ke tempat belanjaan.

Belum selesai aku memilih-milih, tiba-tiba muncul laki-laki yang di lingkungan kami sangat dikenal dan tidak asing. Beliau bersama putranya. Kemunculannya tentu sangat tidak diduga. Kami para ibupun mempersilakan beliau untuk mendapat pelayanan terlebih dahulu. Beliaulah satu-satunya laki-laki saat itu. Aku memperhatikannya. Subhanallah, tak ada kecanggungan.

Read more...
 
YUSUF MACAN EFFENDI (DEDE YUSUF) PDF Print E-mail
Wednesday, 24 December 2008 17:12

 

Masa Kecil

Dede Yusuf merupakan anak kedua dari pasangan (alm) Ir. Tammy Effendi dan Rahayu Effendi. Kakaknya adalah Bob Soelaiman Effendi. Almarhum ayah Dede bekerja sebagai Direktur di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Sementara Ibunya seorang penari di Istana Bogor dan Pramugari Garuda yang beralih profesi menjadi bintang film pada awal tahun 1965. Saat Dede lahir, salah satu film ibundanya, Macan Kemayoran menuai sukses. Sehingga ayahnya menamakan “Macan”. Agar tidak terkesan galak, kakek Dede menambahkan nama “Yusuf”.

Awalnya keluarga Dede masih menumpang di rumah sang kakek Roestam Effendi (pujangga prosa angkatan 1945). Saat Dede berusia 8 tahun, orang tuanya berpisah. Dede dan kakaknya selalu berganti-ganti rumah, kadang di rumah ayah, kadang di rumah ibu. Kondisi tersebut membentuk karakter Dede menjadi agak badung dan nakal. Untuk meredam hobi berkelahinya, ayahnya mengikutkan Dede dalam kegiatan silat. Dede juga mempunyai hobi membaca komik. Hobi ini begitu mempengaruhinya sehingga Dede bercita-cita menjadi manusia super seperti Batman atau Superman dan astronot.

Read more...
 


Slide

No images

Kilas Pemikiran

Mohammad Hatta

Manusia sebagai pribadi akan berdosa kepada masyarakat kalau ia memikirkan kepentingannya sendiri. Adalah kewajiban bagi setiap orang berusaha menyempurnakan masyarakat dengan sepenuh tenaganya. Sebaliknya, masyarakat secara politis bergantung pada masing-masing pribadi. Masyarakat akan hancur apabila pribadi-pribadi di dalamnya tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya.


Andrea Hirata (Penulis Novel)

Kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak para pemberani.


Muhammad Yunus (Pendiri Grameen Bank, Peraih Nobel Perdamaian 2006)

Bila anda berada di dunia nyata, tidak bisa tidak, anda akan melihat bahwa kaum miskin menjadi miskin bukan karena tidak terampil atau buta huruf, tapi karena mereka tidak bisa menyisihkan hasil yang didapat dari kerja mereka. Mereka tidak memiliki kontrol atas modal, dan kemampuan mengontrol modal lah yang memberi orang kekuatan untuk lepas dari kemiskinan.


Hasan Al-Banna (Ulama Mesir)

Mentalitas kita --hari-hari ini-- sungguh membutuhkan pengobatan serius dan penyembuhan total. Kita memerlukan pencairan bagi perasaan yang telah keras membeku. Kita butuh perbaikan bagi akhlak yang telah rusak binasa. Kita juga butuh penyadaran atas penyakit bakhil yang telah demikian akut.